Prediksi kondisi lalu-lintas Jakarta Selatan

Pembangungan underpass Mampang-Kuningan (foto: okezone.com)

Sudah beberapa bulan ini, kemacetan di perempatan Mampang Prapatan dan perempatan Kuningan Jakarta Selatan luar biasa. Terlebih di hari kerja dan jam kerja. Hal ini sebagai dampak dari pembangunan jalan bawah tanah (underpass) dari arah Jl. Warung Buncit ke Jl. HR. Rasuna Said pulang-pergi atau dua arah.Rencananya, sebagaimana terbaca pada spanduk pengumumannya, pembangunan underpass Mampang-Kuningan tsb akan selesai akhir tahun 2017.  Berarti masih beberapa bulan lagi pengendara yang memang harus melewati kedua perempatan itu ‘menikmati’ kondisi lalu-lintas padat merayap.

Sebagaimana jalan layang (flyover) perempatan Kuningan dari arah Pancoran yang tidak banyak membantu mengurangi panjang antrian di perempatan Kuningan, underpass itu pun nanti menurutku tidak terlalu berpengaruh. Kenapa? Pendapatku ini memang tanpa data trafik, tetapi hanya berdasarkan pengamatan setiap hari melewati daerah sekitar kedua perempatan itu.

Flyover Kuningan

flyover_kuningan

Situasi flyover Kuningan setiap pagi. Padat di kiri, lengang di kanan

Sebetulnya kalau di pagi hari, kendaraan dari arah Pancoran, baik yang lewat jalan biasa maupun yang lewat tol keluar di Kuningan-Mampang, begitu pula kendaraan yang keluar dari Jl. Tegal Parang, sangat banyak yang ingin belok ke kanan ke arah Jl. HR. Rasunan Said (Kuningan). Kendaraan yang naik flyover ke arah Semanggi malah sedikit, apalagi ada pembatasan nomor polisi ganjil-genap (dulu 3 in 1).

Dengan demikian, bila flyovernya dibangun membelok ke arah Jl. HR. Rasuna Said, menurutku akan lebih bermanfaat dibandingkan lurus ke arah Semanggi. Akibatnya, kendaraan yang keluar dari jalan tol (exit Kuningan) dan kendaraan yang menuju perempatan Kuningan yang hanya untuk berbalik arah, ikut mengantri lama bersama-sama dengan kendaraan yang ingin membelok ke kanan arah Jl. HR. Rasuna Said.

Prediksi setelah underpass dioperasikan

Setelah harus bermacet-macet sekian bulan di sekitar perempatan Mampang dan perempatan Kuningan, maka selesailah underpass dari arah Warung Buncit ke arah Kuningan dua arah. Selesaikah kemacetan di sekitar daerah itu? Menurutku tidak juga. Masih akan sangat banyak perpotongan (intersection) sebidang yang akan terjadi di sana.

Perpotongan tadi termasuk akibat tidak teratasinya masalah setelah dibangunnya flyover Kuningan seperti yang sudah kuceritakan di atas. Kendaraan yang ingin berbelok ke arah Kuningan dari arah Pancoran, akan berpotongan dengan kendaraan yang akan lurus dari arah Balai Kartini ke arah Pancoran. Mungkin juga nanti kendaran yang akan membelok ke kanan ke arah Gatot Subroto dari arah Warung Buncit/Mampang kalau diatur bisa belok kanan, akan berpotongan dengan kedua rute tadi.

Kalau tidak boleh belok kanan di situ pun, melainkan tetap seperti sebelumnya yaitu harus lewat Tendean lalu masuk Gatot Subroto dari arah Pancoran/Tegal Parang, akan menambah antrian di perempatan Kuningan di atas underpass. Bagaimana kendaraan dari arah Menteng yang ingin membelok ke kanan Gatot Subroto atau ke kanan ke arah Tendean?

Dengan adanya underpass, bisa jadi dibolehkan langsung belok kanan di atas underpass ke arah Gatot Subroto. Dan kalau dibolehkan, berarti berpotongan sebidang dengan beberapa rute yang sudah kusebutkan sebelumnya. Dari arah Balain Kartini ingin membelok ke arah Mampang, juga ingin lurus ke arah Pancoran. Dari arah Pancoran ingin belok kanan ke arah Kuningan, dari arah Mampang ingin belok kanan ke arah Gatot Subroto ke gedung-gedung di Gatot Subroto yang dekat perempatan Kuningan. Berbagai rute itu akan dijumpai oleh lalu-lintas dari arah Menteng ke arah Gatot Subroto.

Kalau dari Menteng tidak dibolehkan langsung belok kanan ke arah Gatot Subroto, berarti harus berputar dulu di Rasuna Said dan cari jalan ke arah Balai Kartini yang macetnya pun sangat merayap, atau lurus dulu ke arah Buncit dan mencari putaran yang disediakan di sekitar perempatan Mampang atau di Warung Buncit. Lalu-lintas tersebut akan ikut dalam antrian kendaraan yang akan berpotongan sebidang di kedua perempatan yang sedang kubahas ini.

Masih terdapat beberapa kemungkinan perpotongan sebidang lagi yang belum aku uraikan di prediksi ini. Alhasil, underpass tidak mengatasi masalah kemacetan seperti yang diharapkan. Apakah prediksi ini benar? “Wait and see….” (wp)

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: