Memperpanjang paspor

Tepatnya bukan memperpanjang, melainkan mengganti. Penggantian paspor bisa karena hilang, karena halamannya sudah penuh, atau karena habis masa berlakunya. Pada Formulir Permohonan paspor tidak ada pilihan memperpanjang. Seperti kita ketahui, 6 bulan sebelum masa berlaku, umumnya pemegang paspor sudah tidak diperbolehkan bepergian ke luar negeri. Alhasil memang masa berlaku paspor yang katanya 5 tahun tersebut, prakstis hanya bisa dinikmati selama 4,5 tahun.

Paspor baru, 2017

Paspor baru, 2017

Pasporku akan berakhir bulan Mei 2017, proses penggantiannya aku urus sendiri mulai hari Rabu, 11 Januari 2017. Hari itu aku datang ke Kantor Imigrasi Jakarta Selatan menjelang pukul 11.00 WIB. Langsung ke Bagian Informasi di lantai dasar dan mendapat pemberitahuan bahwa kuota hari itu sudah tercapai sehingga tidak menerima lagi pendaftaran walk-in atau datang langsung. Disarankan untuk datang lagi besok pagi sekitar pukul 05.00 WIB. Katanya kuota setiap harinya 500 paspor, termasuk pemohon lansia (lanjut usia), walk-in, online, dan 2 kantor cabang lainnya yaitu di ULP Pondok Pinang dan ULP Karang Tengah. Aku disarankan untuk mengambil dan mengisi Formulir Permohonan yang tersedia di lantai 2 terlebih dahulu supaya keesokan harinya sudah lebih siap.

Dimulai dari Subuh

Hari Kamis, 12 Januari 2017 aku datang lagi, pukul 05.00 tepat sudah sampai depan kantor, ternyata benar, antrian sudah panjang di pinggir Jl. Warung Buncit menunggu pintu pagar dibuka. Tidak lama pagar dibuka, barisan masuk 1 baris ke dalam, ditempatkan sementara di samping gedung, sebagian kecil duduk di area yang sehari-hari dipakai untuk tempat merokok, sebagian besarnya mengular di jalan masuk ke tempat parkir. Ada yang berdiri, ada yang jongkok, ada yang yang duduk di lantai begitu saja tanpa alas, demi mempertahankan posisi antrian. Kepada orang sebelah-menyebelah aku bilang bahwa menurut perkiraanku, nomor antrian kita bakal nomor 70-an. Oleh karena masih waktu shalat Subuh, sebagian yang antri meninggalkan antrian untuk shalat dengan menitipkan tempat antriannya ke pemohon di dekatnya. Semuanya berlaku tertib, tidak ada yang berperilaku menyalip atau berusaha menyerobot tempat antrian orang lain.

Lewat pukul 07.30 antrian beringsut bergerak, yang paling depan mulai masuk ke dalam gedung yang sudah dibuka, sebagian lagi bergantian duduk di bangku area merokok. Aku termasuk yang kebagian duduk di situ. Rupanya buntut antrian sudah sampai ke lokasi parkir di basement. Patugas sejak subuh memang sudah bertugas, memastikan barisan teratur, menanyakan satu per satu apakah ada yang berusia lansia atau di atas 60 tahun, berapa paspor yang akan diurus. Pemohon usia lansia langsung dipisahkan dan diarahkan menunggu di dalam gedung. Petugas merujuk pada kuota hari itu, agar tidak melewati. Ada yang bilang, sekitar pukul 06.00 WIB biasanya kuota sudah terpenuhi.

Nama 3 kata

Aku termasuk grup kedua yang memasuki gedung, langsung ke lantai 2 lewat tangga dan setiba di atas barisan dibagi 2 dan di setiap baris sudah siap 1-2 petugas yang memeriksa kelengkapan dokumen asli yang dibawa para pendaftar. Nomor antrian diberikan di meja pendaftaran berikut map seragam berwarna merah yang berisi Formulir Permohonan. Seperti kuperkirakan pada saat antrian di luar, aku mendapat nomor antrian 079 dengan kode angka 2 di depannya yang berarti Pemohon Datang Langsung (Walk-In). Nomor antrianku tertulis 2-079. Mahasiswa di belakangku waktu antrian di luar sudah mendaftar online dan dia mendapat nomor antrian dengan kode 3-xxx. Kalau lansia, difabel, dan batita (bawah tiga tahun) diberi kode 1-xxx, sedangkan antrian pengambilan diberi kode 5-xxx. Bedanya kalau pengambilan baru dimulai pukul 13.00 WIB, sehingga tidak perlu datang dini hari atau waktu subuh. Terakhir kode 6-xxx diperuntukkan bagi pemohon yang ingin mengganti paspor karena hilang/rusak/mengganti data di kolom identitas.

Setelah para pemohon sebagian besar sudah duduk di ruang tunggu di dalam gedung, seorang petugas dengan pengeras suara membimbing pengisian Formulir Permohonan, termasuk memberitahukan bahwa harus menggunakan tinta hitam, tidak boleh warna lain. Kolom demi kolom yang harus diisi dibimbing agar tidak salah mengisi. Karena aku sudah mengisi sebelumnya, aku memanfaatkan penjelasan tersebut untuk memeriksa isianku dan memang ada kolom yang harus dilengkapi, meski kotak-kotak yang disediakan tidak mencukupi.

Diumumkan juga bahwa bagi pemohon yang ingin bepergian ke Saudi Arabia, baik untuk umroh maupun menunaikan ibadah haji, harus memiliki nama yang terdiri dari 3 (tiga) kata. Bagi yang ingin menambahkan kata pada namanya, formulir Surat Pernyataan bisa dibeli di toko Koperasi yang berada di bagian belakang ruang tunggu. Harganya Rp 8.000 termasuk meterai Rp 6.000. Aku memutuskan untuk menambahkan nama kakek di belakang namaku. Untuk pertama kalinya di pasporku ada keterangan penambahan nama.

Beberapa perbedaan

Brosur paspor

Kode nomor antrian dan lamanya waktu pembuatan 3 (tiga) hari kerja.

Panggilan ke meja-meja pelayanan dimulai sekitar pukul 08.20 WIB, diakui terlambat dari biasanya sekitar pukul 07.30. Terdapat 10 meja pelayanan, sehingga dalam setiap 15-20 menit akan selesai 10 pemohon. Dimulai dari pemohon berkode 1-xxx alias lansia/difabel./batita sampai habis kuota 30 pemohon, barulah dipanggil pemohon dengan nomor kode 2-xxx dan 3-xxx secara bergantian. Aku dipanggil sekitar pukul 13.30, setelah istirahat makan siang dan setelah selesai wawancara, pengambilan sidik jari, dan pemotretan, diberikan Bukti Pengantar Pembayaran yang dapat langsung dibayarkan di Bank BRI Cabang Imigrasi Jaksel.

Diberitahukan juga bahwa paspor akan selesai 5 (lima) hari kerja, bukan 3 (hari) kerja seperti tercantum di brosur yang diletakkan di beberapa rak di seputar ruangan. Katanya karena loading sistem yang terlalu berat. Memang selama proses wawancara, foto, dan pengambilan sidik jari, tiap kali petugasnya terlihat harus berhenti menunggu beberapa saat sampai di layar komputernya terlihat siap lagi untuk melakukan perintah berikutnya.

Surat Pengantar Pembayaran

Bukti Pengantar Pembayaran.

Dalam Bukti Pengantar Pembayaran tercantum biayanya Rp 355.000, Rp 55.000 lebih tinggi dari tarif yang tercantum di brosur. Tambahan biaya tersebut tertera untuk Biaya TI Biometrik. Lagi-lagi berbeda informasi yang dicetak di brosur dengan kenyataannya. Yang juga berbeda adalah tidak diberikannya pilihan jumlah halaman paspor seperti opsi yang terlihat pada brosur. Misalnya jumlah halaman 24 lebih rendah biayanya dibandingkan jumlah halaman 48.

Biaya pembuatan paspor

Biaya pembuatan paspor.

Yang berbeda tapi ke arah positif dari proses 5 tahun yang lalu adalah map merah seragam diberikan secara gratis, tidak harus membeli seperti waktu itu. Lumayalah, meski sangat tidak material, tapi mengurangi kerepotan harus bolak-balik ke toko koperasi. Aku langsung ke Bank BRI di lantai dasar untuk melakukan pembayaran, kebetulan mereka masih buka. Menjelang pukul 14.00 siang urusan tahap I sudah selesai sampai mendapatkan bukti bayar untuk keperluan pengambilan paspor baru.

Paspor baru

Hari Senin siang, 23 Januari 2017 merupakan proses tahap II. Paspor kuambil sesuai jadwal 5 hari kerja lebih 2 hari. Dapat nomor antrian 5-031 kalau tidak salah, menunggu sekitar setengah jam, sebelum pukul 14.00 sudah dipanggil ke loket, menerima paspor baru dan paspor lama, serta membubuhkan paraf di buku ekspedisi penyerahan paspor.

Nama yang terlihat di halaman pemegang paspor tetap 2 kata, namun di halaman Catatan Pengesahan (Endorsements), terdapat catatan Penambahan Nama (Full Name of Bearer). Perbedaan lainnya pada paspor baru ini adalah tidak ada lagi halaman tanda tangan pemegang paspor dan tidak ada legalisasi Kepala Kantor Imigrasi. Di halaman paling belakang paspor lama yang biasanya mencantumkan alamat lengkap domisili pemegang paspor sekarang sudah tidak terlihat lagi.

Selain informasi yang berbeda antara brosur dan kenyataannya, terdapat peningkatan layanan dengan dimungkinkannya melihat status antrian secara online di website Imigrasi halaman Informasi Antrian Layanan Paspor. Pemohon yang antriannya masih jauh, dapat meninggalkan sementara ruang tunggu untuk melakukan keperluan lainnya. Paspor ini juga dapat digunakan untuk naik haji, tidak perlu lagi paspor khusus yang sebelumnya dipersyaratkan. Itu sebabnya diingatkan untuk memakai nama yang terdiri dari 3 (tiga) kata seperti dijelaskan di atas. Sampai pengurusan lagi di tahun 2021 atau 5-6 bulan sebelum habis masa besrlakunya di awal tahun 2022.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: