Kok Djasli?

Ya Allah….kok Djasli?

Sampai Jumat pagi ini sebangun tidur, masih terus saja melintas di kepalaku pertanyaan,”Kok Djasli?” Rasanya masih nggak percaya Djasli sudah tidak ada lagi di tengah-tengah kita. Apalagi Kamis siang itu (9/1/14), belum genap 1 jam aku dan Yadi MS77 meninggalkan RS TNI-AU Halim, Jakarta Timur waktu mendapatkan SMS dari Ongku EL77 yang mendapat kabar dari Retno EL77 bahwa Djasli sudah pergi.

Pagi ini aku nggak bisa ikut mengantarkan jenazah sahabat kita Djasli ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Aku harus di kantor karena ada acara dengan seluruh karyawan. Itu sebabnya, Kamis kemarin sore dari menjelang Maghrib aku melayat ke rumahnya dan terus di sana sampai menjelang jam 21.00.

Melihat kerabat dan sahabat2 Djasli yang melayat tadi malam, dari berbagai angkatan, jurusan, juga dari kalangan di luar ITB seperti Wanadri, Usakti, aku akui bagaimana luasnya pergaulan Djasli. Abangnya, Bang Djasmar pun bilang ke aku bahwa dia kaget juga ada kawan seangkatan dia datang melayat, “Rupanya kenal dan bersahabat juga dengan adik saya, Djasli,” katanya.

Djasli waktu banjir di Jakarta Jan 2013

Djasli waktu banjir di Jakarta Januari 2013

Memang Djasli itu istilahku ‘sangat sentral’ di setiap komunitasnya, termasuk di ITB77. Cek aja di event mana yang Djasli nggak nongol dan turun tangan. Bantu korban banjir hayo, bikin gerobak sampah hayo, tanam pohon di Kareumbi hayo, bahkan masih menyempatkan untuk memeriksa ‘status’ tanaman Kareumbi setelah ditanam beberapa bulan sesudahnya.

Aku bilang sama Bang Djasmar (4 tahun di atas Djasli) tadi malam, juga Bang Djasmir (abang yang langsung di atas Djasli), di sebelah ku ada Indra Sofnil EL77 juga, bahwa aku, Indra, dan Djasli dulu satu kelas T yaitu T-11. Aku ingat persis sedang pelajaran Matematika (lupa nama dosennya), dosennya menegor dan marah ke Djasli, mungkin waktu itu dia ngobrol atau bangornya muncul. Dosen marah dan menyuruh Djasli ke luar ruang kuliah. Djasli langsung berkemas dan ngeloyor ke luar. Dan sejak itu tidak pernah dia mengikuti kelas Matematika T-11. Entah ke mana dia. Tapi, setiap kali muncul pengumuman hasil ujian, nilainya selalu A untuk Matematika. Gila juga, kupikir. Termasuk dosennya gila juga rupanya alias fair, tidak lantas mem’black list’ Djasli (atau mungkin juga dia nggak ingat siapa mahasiswa yang dikeluarkannya dari kelas).

Terakhir tahun 2011-2013 aku bersama Anto SI77 dan seluruh kawan2 yang terlibat langsung di kepanitiaan Reuni 35th ITB77, bekerja bersama dengan Djasli sebagai Sekretaris Panitia. Donor Darah di Studio Radio 8EH, Bekasi Timur, tanam pohon di Bukit Kareumbi, Rancaekek, Bandung, adalah 2 diantara program yang digagas dan diwujudkan Djasli. Bahkan sampai Minggu, 12/1/13 lusa, aku masih akan DD alias Donor Darah di 8EH meski jaraknya 30-an km dari rumahku. DD itu kebetulan juga cara Djasli menyingkat namanya yaitu Djasli Djamarus.

Arthur-Djasli-Wahyoe

Djasli (tengah) diapit Arthur TP77 (kiri) dan Wahyoe TI77. “Setelah lari gabung petenis,” katanya.

“Kok Djasli?” Itu yang terus terngiang. Itulah rahasia Illahi. Orang yang mungkin dianggap Allah SWT sudah cukup berbuat, sudah banyak baktinya, sudah berat timbangan baiknya, segera dipanggil-Nya pulang. Keluarganya: Iir dan ketiga anak lelakinya (Sigit FISIP UI 2006, Setra TL-ITB 2007, dan Oksi SMA 14 Kelas 3), juga kita semua, kawan-kawan ITB77, dipisahkan dengan mendadak dari seorang yang sangat sentral ini. Kita semua pun sedang diuji-Nya.

Selamat jalan sahabatku, Djasli Djamarus, jalan dan proses yang kau alami untuk menghadap Sang Khalik sudah sesuai dengan niatmu yang pernah kau sampaikan ke kawan-kawan Wanadri yang tadi malam kudengar, bahwa kalau kau mati, kau ingin cepat prosesnya, tidak mau menyusahkan orang lain.

Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Aku berdoa semoga almarhum khusnul khotimah. Aamiin.

Jakarta, 10 Januari 2014.

(Tulisan ini kubuat untuk mengenang sahabat kami ITB77, Djasli Djamarus EL77 yang meninggalkan kami semua pada hari Kamis, 9/1/14 sekitar pkl. 12.56 WIB di RS TNI-AU, Halim, Jakarta Timur, hanya sekitar 19 jam dari kejadian yang menimpanya Rabu sore menjelang Maghrib sehari sebelumnya. Aku posting pertama kali Jumat pagi di milis ITB77).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: