Menaikan atau menaikkan?

Masih soal kebahasaan. Pulang dari Yogyakarta urusan APJII hari Selasa sore, 12 Mei 2009 di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, saya dan rekan berjalan ke luar mencari lokasi Bus Bandara. Tidak sengaja terlihat di lokasi penjemputan penumpang, sebuah rambu dilarang parkir dengan huruf P dicoret. Rambu tersebut dilengkapi dengan tulisan di bawahnya berbunyi: KECUALI MENAIKAN/MENURUNKAN PENUMPANG.

Apa yang salah dari kata di atas? Kata dasar ‘naik’ pada kata menaikan itu seharusnya diberi akhiran kan, bukan an, jadi yang benar penulisannya adalah menaikkan yang kalau dipisahkan berdasarkan suku katanya menjadi me-na-ik-kan. Berbeda dengan kenaikan, kata ini memang berakhiran an yang kalau dipisahkan menjadi ke-na-ik-an.

Rambu di Bandara Soekarno-Hatta

Rambu di Bandara Soekarno-Hatta

Masih di tempat menunggu bus bandara, mata tertarik pada sebuah bilbor raksasa dengan modelnya Ibu Ani Yudhoyono, Ibu Negara kita dan Ibu Fadilah Supari, Menteri Kesehatan kita. Bilbor itu isinya mengajak masyarakat berperilaku hidup sehat. Di baris paling bawah tertulis: Makan-makanan Bergizi.

Apa yang salah? Kalimat itu tentu maksudnya ‘Makanlah makanan yang bergizi’. Agar lebih singkat dapat saja ditulis ‘Makan Makanan Bergizi’. Jadi, seharusnya tidak digunakan tanda hubung (-).  Penggunaan kata ulang dan akhiran an biasanya diartikan sebagai menyerupai atau bermacam-macam, misalnya orang-orangan sawah artinya menyerupai orang, buah-buahan artinya bermacam-macam buah. Penulisan makan-makanan tidak dapat diartikan menyerupai makan atau bermacam-macam makan.

Makan-makanan(?) Bergizi - bilbor di Bandara Soekarno-Hatta

Makan-makanan(?) Bergizi - bilbor di Bandara Soekarno-Hatta

Pembuatan rambu atau bilbor sudah lazim dilakukan oleh ahli membuat papan reklame yang tersebar di penjuru kota. Mereka umumnya anggota masyarakat biasa yang bukan ahli bahasa atau memperhatikan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tertulisnya ejaan yang salah pada rambu dengan demikian menjadi tanggung jawab si pemesan yang logikanya mempunyai pengetahuan bahasa yang lebih baik dari si pembuat papan reklame.

Mari kita upayakan terus penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Saya pun mengakui belum dapat menggunakannya dengan sempurna, namun terus belajar dan berusaha. Setiap kali ada yang meragukan, saya sempatkan untuk melihat ke buku atau internet yang ditulis oleh para pakar bahasa.

1 Comment (+add yours?)

  1. Agung Wiyono
    Jul 29, 2009 @ 07:42:28

    Assww, pakde Wahyoe,

    saya ingin “menaikkan” alamat email baru, mengganti yang lama, menjadi ag.wiyono@yahoo.com

    Segitu dulu, nuhun.

    Wassww.

    agw

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: