TI-77 ber-HUT Emas bersama

Tiarap, siap..... tembak!

Tiarap, siap..... tembak!

“Dar….dar…..dar….dar…dar..dar..dar,” suara letusan senjata api terdengar ber-sahut2an dari senapan laras panjang. Sepuluh orang bertiarap dengan masing2 senjata dibidikkan ke target lingkaran berjarak 25 meter di depan mereka. Setelah 7 peluru dihabiskan, terdengar suara instruksi,”Aman di kiri, aman di kanan, silahkan maju ke depan.” Kesepuluh petembak tadi maju ke jarak 10 meter dan kali ini masing2 menggunakan pistol dengan posisi berdiri, mengarahkan ke target yang sebelah atas, juga dengan 7 peluru. Dan hasilnya? Maman Adikusmana keluar sebagai Juara I menembak dengan senapan laras panjang dan Wahyoe Prawoto sebagai Juara II jenis pistol.

Wahyoe Prawoto (Jr.)

Wahyoe Prawoto (Jr.)

Lainnya dimenangkan oleh anggota keluarga yang turut serta: Fauzan dan Ariadita sebagai Juara II dan III senapan, sedangkan Juara I dan III pistol masing2 Ariadita lagi dan Yohannes R. Para juara tentu saja mendapatkan hadiah, yang diserahkan oleh Wahyu Utomo (Uut/EL-76), Direktur Produk Non-Militer alias Komersil Pindad.

Itu tadi salah satu mata acara yang disuguhkan pada peserta Syukuran HUT Emas TI-77 ke-50 (Limpul) yang diselenggarakan dengan sangat menarik pada hari Minggu, 24 Agustus 2008 di PT. Pindad Bandung. Kegiatan ini juga digelar dalam rangka pertemuan 6-bulanan yang telah disepakati TI-77 sebelumnya, dan menjadi klotter kedua HUT Limpul tahun ini. Klotter pertama sudah dilaksanakan tanggal 17 Februari 2008 di Pacific Place Jakarta. Delapan belas (18) alumni hadir: 9 dari Bdg, 8 dari Jkt, 1 dari Semarang, dan ditambah dengan anggota keluarga yang diajak serta, tercatat seluruhnya 42 orang meramaikan acara.

Wawan, si pengatur laku

Wawan, si pengatur laku

Hermawan ‘Wawan’ Hadimulya sebagai penggagas sekaligus panitia tunggal kegiatan ini tampak puas dengan senyum dan tawa lepas terlihat dari awal sampai akhir acara.

Meski tepat pukul 10 pagi yang dijadwalkan ruang Direktorat tempat kumpul pertama masih lengang, tapi begitu 40 menit kemudian mulai rame, acara segera dimulai dengan berjalan memasuki kompleks Pindad, dipandu oleh petugas yang menjelaskan sejarah singkat dan status Pindad sampai saat ini. Dua ribu karyawan bekerja di pabrik Bandung dan 1000 lagi di pabrik Turen, Malang, Jatim. Senjata laras panjang SS-2 dan pistol P-2 yang dipakai menembak itu adalah produksi Pindad yang tetap digunakan sampai hari ini oleh TNI dan instansi Pemerintah yang memerlukannya, seperti untuk petugas Lapas.

Pitit, Jeni, Herry, Kentis, Ponakan Kentis (Ryan), Sarwo, Henry, Juliadi, Chui, dan Wawan

Pitit, Jeni, Herry, Kentis, Ponakan Kentis (Ryan), Sarwo, Henry, Juliadi, Chui, dan Wawan

Kunjungan pada rute pertama adalah ke hutan lindung. Hampir semua peserta tidak mengetahui bahwa Pindad memiliki hutan lindung dan ikut dalam konservasi alam dengan menanam 6000-an pohon di daerah kritis. Tidak ada satu pun pohon yang boleh diganggu, pohon yang tumbang karena tua segera diganti dengan yang baru. Pohon buah2an juga ditanam a.l. durian, dan setiap jenis buah2an ditanam dalam kelompoknya masing2. Rombongan terus dibawa lebih ke dalam lagi, melewati bunker, melewati jembatan kecil di tengah rimbunnya pohon2 besar, yang kalau melihat akar gantungnya sudah berumur puluhan bahkan ratusan tahun.

Ular yang mukim di Pindad. Bagian dari suguhan acara?

Ular yang mukim di Pindad. Bagian dari suguhan acara?

Rupanya bukan hutannya saja yang dilindungi, bahkan baru beberapa meter melangkah masuk dari gerbang utama, rombongan sudah dipertontonkan dengan seekor ular di bawah pohon di pinggir jalan, yang kelihatannya juga nyaman bermukim di kompleks Pindad.

Ujung dari perjalanan menempuh rimba, rombongan peserta diajak melihat lokasi produksi panser. Dimulai dari penjelasan skema urut2an produksi, melihat produk yang sedang dikerjakan (Work in Process – WIP), yang sudah jadi, sampai menjajal produk jadi dengan menaikinya. Di hari ulang tahun TNI 5 Oktober yad, 10 panser dari 160 yang dipesan TNI-AD harus sudah selesai, untuk ikut parade.

Jeni, Herry, dan Abenk

Kentis di atas Panser. Depan: Jeni, Herry, dan Abenk

Dua panser yang sudah jadi, yang sedikit beda dalam susunan kursi di dalamnya dipakai untuk mengangkut peserta dari lokasi asembling ke Lapang Tembak, tempat dilangsungkannya lomba menembak seperti yang sudah diceritakan di depan. Kedua panser penuh sesak, sebagian peserta bahkan tidak kebagian naik. Kendaraan berbesi baja setebal minimal 1 cm tersebut dengan mulus tiba di tujuan dan semua peserta ber-puas2 untuk berpose di samping, depan, maupun atas panser tersebut.

Senjata yang diproduksi dan digunakan oleh peserta di bawah tanggung-jawab Divisi Senjata dengan tuan rumah Ir. Eddy Sriyarmanto (TI-79), yang siang itu langsung mengkoordinir para instruktur menembak dan dewan jurinya.

Selongsong peluru, senapan dan pistol

Selongsong peluru, senapan dan pistol

Peluru yang dipakai bukan main2, peluru betulan yang populer kita kenal dengan peluru tajam. Proyektil timah panasnya kalau mengena bisa mematikan. Itu sebabnya sebelum lomba dimulai, seluruh peserta diajak berdoa bersama dan puji syukur semua selamat sampai acara bubar.

Selesai menembak, rombongan berjalan kaki kembali ke gedung Direktorat untuk menikmati makan siang. Dalam perjalanan kembali, terlihat beberapa petugas naik sepeda ontel, kendaraan yang disediakan oleh Pindad untuk penghubung antargedung yang lumayan jauh jaraknya. Karena hari Minggu, sederetan sepeda diparkir rapi di salah satu ‘halte’. Kembali di Direktorat, sambil makan siang peserta menikmati alunan musik dari Fruit N’ Salads, grup yang diawaki 4 cowok dan 1 cewek sebagai vokalis.

Fruit N' Salads, menghibur sejak pagi

Fruit N' Salads, menghibur sejak pagi

Semuanya mahasiswa ITB. Devi sang vokalis yang tidak lain adalah putri pertama Wawan yang kuliah di SBM-ITB, disela menyanyi menjelaskan bahwa sebagian lagu yang mereka bawakan merupakan ciptaan sendiri. Paten kali ah, kata orang Medan.

Ada juga beberapa permainan untuk memeriahkan suasana seperti 2 tim beranggotakan 3 orang yang berlomba memasukkan badan ke kain sarung hanya dengan tangan kiri, kuis menjawab soal dari pembawa acara dll. Beberapa sambutan disampaikan usai santap siang, baik dari Wawan sebagai panitia tunggal, Uut mewakili Pindad, Bu Lurah TI-77 Pitit, yang intinya saling mengucapkan terima kasih atas layanan yang luar biasa yang dinikmati peserta kali ini. Untuk pertemuan 6-bulan yang akan jatuh di bulan Februari tahun depan direncanakan di Puspiptek Serpong, tempat salah satu alumni TI-77, Jeni Ruslan, menjabat sebagai Kepala sejak bulan Juni 2008 ybl. Wawan yang mantan Direktur Keuangan Pindad (1994-2000) sendiri sejak Agustus ini kembali masuk BUMN dengan menjadi Direktur Keuangan PT. Dirgantara Indonesia.

Gilang, Wahyoe, Herry, Eddy Entum, Maman

Foto bersama. Dpn: Irwan, Juliadi, Mus, John, Pitit, Kentis, Wawan, Heddy, Ramon, Sarwo. Blk: Gilang, Wahyoe, Herry, Eddy Entum, Maman

Terakhir, Mustafa Umar diminta memimpin doa dan pertemuan yang sangat berkesan itu ditutup dengan menyanyikan lagu Kemesraan sambil membentuk lingkaran dan bergandengan tangan. Sebelum berpisah pukul 16.00, masih disempatkan berfoto bersama, tentu dengan jumlah peserta yang tidak selengkap pada waktu siang harinya: Wawan ber-4, Herry Saptanto (1), Mustafa (5), Abenk (4), Heddy (2), Ramon (1), Chui (2), Juliadi (1), Maman (1), Jeni (2), Wahyoe (2), Pitit (1), Irwan (1), John Purba (6), Sarwo (1), Henry Bangun (4), Eddy Entum (2) dan Kentis (2). Belum ditambah 4 orang anggota grup musik kawan2 Devi. Mudah2an persahabatan TI-77 khususnya dan ITB-77 pada umumnya tetap langgeng dan bisa memberi manfaat bagi sesamanya. Terima kasih Wawan dan Manajemen PT. Pindad. (wp)***

1 Comment (+add yours?)

  1. anugrah susianto
    Sep 30, 2011 @ 16:35:25

    WOW…..kapan kita diundang oleh pak hermawan?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: