Kontrol mata ke RS Aini
Posted by wprawoto77 on March 20, 2010
Sabtu menjelang siang, 20 Maret 2010 aku kontrol mata ke RS Mata Prof.DR. Isak Salim ‘Aini’ di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Hampir 2 tahun tidak kontrol, terakhir ke sana tanggal 5 April 2008. Alhamdulillah hasilnya baik, menurut Dokter Andi Arus Victor, dokter spesialis mata sub spesialis retina, yang selama ini menanganiku. Aku diberi obat tetes Cenfresh, katanya untuk penyegar. Waktu kuambil di apotiknya, dijelaskan petugas apotik bahwa diteteskan 6 kali sehari, mata kanan dan kiri. Dosisnya untuk selama 15 hari dan resepnya boleh diulang sebanyak 1 kali.
Meski setelah direnovasi aku sudah pernah berobat ke sana, tapi kali ini sewaktu menunggu, baru aku perhatikan dengan lebih seksama bahwa RS Aini memang sudah berubah wajah. Apalagi sekarang renovasinya sudah bisa dikatakan rampung. Rumah sakit yang digagas oleh Bu Ali Sadikin, istri Bang Ali, Gubernur DKI waktu itu, terlihat lebih megah dan nyaman. Tempat pendaftaran pasien lebar dan bagus, ruang tunggunya langsung di hadapan tempat pendaftaran, sangat luas karena digabungkan untuk semua ruang praktek dokter. Kalau yang lama, terpisah-pisah, masing-masing ruang praktek ada ruang tunggunya, sehingga lebih sempit dan terlihat pasien terlalu berjubel.
Kafetarianya di dalam ruang kaca pada lantai yang sama dengan ruang tunggu, sangat memudahkan bagi pasien dan pengantar yang ingin jajan. Ruang rawat inapnya di lantai atas pun sudah difungsikan. Bangunan yang lama masih tetap ada, tapi semua kegiatan sudah dipindahkan ke bangunan yang baru. Pintu masuk dari jalan besar dipindah dan alur parkir diubah arah. Biaya berobatnya pun sudah naik lagi rupanya, beda dengan 2 tahun lalu saat aku berobat.
Tahun 2003, pertama kali aku mengunjungi RS Mata Aini setelah 18 tahun menetap di Jakarta dan setelah 30 tahun memakai kacamata. Waktu itu penglihatan melalui mata kiriku mengalami gangguan. Semua obyek hanya terlihat setengah bagian atasnya, sedangkan bagian bawahnya hitam pekat. Rabu sore, 28 Mei 2003 waktu memeriksakan mata ke sana, setelah berganti ke dokter kedua yaitu Dokter Andi, aku langsung diperintahkan untuk opname sore itu juga karena harus dioperasi esok harinya. Kalau tidak, mata kiriku akan buta. Sejak itu aku tahu, bahwa mata kiriku terkena ablasio retina (retinal detachment), jaringan retina mata yang berfungsi menampung bayangan obyek, “lepas” dari dinding dalam bola mata bagian belakang karena “ditarik” oleh cairan vitreous dalam bola mata yang menyusut/mengkerut, yang di beberapa lokasi erat melekat dengan retina. Selaput halus yang terdiri dari syaraf yang tersambung ke syaraf optik di otak menjadi berlubang atau robek. Di tempat yang robek itulah muncul bayangan gelap alias tak tertangkap gambar obyek.
Setelah sempat tertunda karena kejadian yang tidak terduga kurang dari 2 jam sebelum operasi tanggal 29 Mei, akhirnya aku menjalani operasi pada hari Senin, 1 Juni 2003. Operasi bedah vitrektomi dapat menyelamatkan mataku, meski 1 minggu setelah operasi aku harus tidur menelungkup. Hal ini dilakukan agar gas yang disuntikkan ke dalam bola mata dapat mendorong retina untuk melekat kembali ke tempat semula. Bayangkan balon gas yang menyundul ke langit-langit kamar, kira-kira seperti itulah cara kerjanya.
Berkat keterampilan Dokter Andi Victor, ketekunan para perawat RS Aini, kesabaran keluarga yang menjaga, kawan-kawan kantor Pacific Link serta rekan sesama anggota APJII yang terus memberi semangat, dan tentu saja kehendak Allah SWT, alhamdulillah operasi berhasil sampai penyembuhan pasca operasi. Yang bertambah adalah minusnya menjadi 2 kali lipat dari semula, sehingga minus mata kiri menyalip minus mata kanan.***




simplyndah said
bisa kasih bocoran gak ya, biaya2 kalo kontrol mata di aini
terimakasih
wprawoto77 said
Maaf telat merespons, nanti saya sampaikan via email japri saja apa yang diinginkan.
dian said
pak, saya boleh minta bocoran juga untuk biaya kontrol mata di aini.
terakhir saya kontrol disana tahun 2004. Terima Kasih pak atas bantuannya.
wprawoto77 said
Pak atau Bu Dian (maaf kalau salah),
Tgl 21 Sept 2011 saya pernah menjawab salah satu pertanyaan yaitu tiap kali datang ada biaya dokternya, saya sudah mengalami 2 kali kenaikan, pertama Rp 80.000 (Juni-Juli 2003), lalu Rp 120.000 (lupa tahunnya), dan terakhir Rp 180.000 (Maret 2010). Kabarnya th 2011 ini sudah naik lagi jadi Rp 225.000 (baca komentar Mas Endra 28/6/11). Dalam waktu dekat saya akan kontrol lagi karena sudah lebih dari 1 tahun saya belum kontrol.
Thonny said
Dear..Rs Aini ,sy mo daftar untuk calon donor mata..sy udh coba cari2…tp ada kwn sarankan sy bertanya kemari,tlg sy bgt kiranya di mana alamatnya..sudi kiranya,sy di kirim syarat dan ketentuanya…via email sy,sy benar2 tulus ingin mendaftar…sudah lm sekali niat ini ada.saat ini sy sedang bekerja di luar negeri,saat nanti pulang ketanah air sy ingin langsung mendaftar.terimakasih
wprawoto77 said
Mohon maaf, saya bukan RS Mata Aini. Bila ingin kontak ke sana, silahkan saja masuk ke web site yang sudah saya buatkan link-nya dari liputan saya tersebut. Mereka bahkan menyiapkan saluran untuk chatting. Salut untuk kesediaan Bung Thonny untuk mendonor dan terima kasih sudah berkunjung ke blog saya.
esumpelo said
Maaf, mohon info mengenai pengecekan mata di RS Aini… ke dokter siapa dan kira2 berapa biayanya…
Prosedurnya bagaimana?
trims
wprawoto77 said
Silahkan datang saja ke RS Aini, biasanya kalau kita belum mengetahui keluhan mata kita termasuk keluhan apa, maka Resepsionis akan mengarahkan ke dokter mata yang keahliannya masih umum. Setelah diperiksa, barulah kita dirujuk ke spesialis mata yang memiliki sub spealisasi lagi, misalnya ahli retina, ahli syaraf, ahli glaukoma, ahli juling dan seterusnya. Biaya periksa terakhir saya ke sana bulan Maret 2010 adalah Rp 180 ribu.
Mudah2an membantu Mas/Mbak Esumpelo. Semoga lekas sehat kembali matanya dan terima kasih sudah berkunjung ke blog saya.
Iwan said
Kalau untuk operasi katarak, tau gak mas berapa biaya operasinya?
wprawoto77 said
Mas Iwan,
Sayang saya tidak tahu berapa biaya operasi katarak, yang saya tahu selesai operasi ada yang bisa langsung pulang, paling kalau menginap pun cuma 1 malam. Waktu th 2003 saya opname, saya ambil kamar yang isinya 6 tempat tidur supaya rame ada kawan, sebagian dari mereka dioperasi katarak, datang dan pergi silih-berganti. Perkiraan saya di atas lima jutaan rupiah. Silahkan tanyakan langsung saja ke RS Aini.
Siapa yang mau operasi katarak, anda sendiri atau famili? Mudah2an cepat tertangani dan terima kasih sudah berkunjung ke blog saya.
Iwan said
Wuah lumayan jg ya harganya
bukan untuk saya mas, tapi nenek saya
btw thanks atas informasinya ya mas
endra said
Cek kemarin Sabtu, 26 Maret 2011 kena biaya Rp. 225.000,- diluar obat, cek lab Rp. 200rb
semakin komersil RS. Aini.
wprawoto77 said
Setelah direnov lumayan megah, mungkin biaya pengembalian investasi dan biaya operasional pun meningkat. Dan itu… menjadi beban pasien
Ocky said
Maaf saya mau tanya,
waktu daftar pertama kali apa ada biaya pendaftarannya? Kalo ada kira kira berapa ya?
wprawoto77 said
Seingat saya tidak ada biaya pendaftarannya. Saya pertama kali berobat sekaligus mendaftar tahun 2003. Waktu itu memang langsung operasi. Pada waktu berobat jalan, tiap kali datang ada biaya dokternya, saya sudah mengalami 2 kali kenaikan, pertama Rp 80.000, lalu Rp 120.000, dan terakhir Rp 180.000. Kabarnya th 2011 ini sudah naik lagi jadi Rp 225.000 (baca komentar Mas Endra 28/6/11).
arif said
assalamualikum…
maaf dok, mau tanya.
saya pria umur 50th, saya penderita diabet, saya mengalami gangguan penglihatan, kalau membaca jarak pandang hanya sampai 20 cm, kalau melihat jauh ada kabut (kabur), kalau kena cahaya lampu mobil malam hari tidak bisa melihat karena silaunya.
saya rencana mau berobat di RS. AINI, sekitar berapa biaya yang kami siapkan untuk mengobati keluhan di atas.
berapa lama kira-kira proses pengobatan di RS. AINI untuk keluhan spt di atas?
posisi kami di propinsi bengkulu)
sebelumnya terima kasih untuk jawabannya, dok.
mohon dibantu.
wassalamualikum wr wb.
wprawoto77 said
Wa’alaikum salam, Pak Arif di Bengkulu.
Mohon maaf Pak, saya bukan dokter, saya adalah salah satu pasien di RS Aini Jakarta. Saya tidak berkompeten menjawab keluhan Bapak. Apa yang saya tahu adalah diabetes memang bisa menjadi salah satu penyebab retinal detachment (ablatio retinophaty) jenisnya diabetic retinopathy, dan bisa menyebabkan hilangnya penglihatan total bila tidak segera ditangani. Penyebab lainnya adalah mengangkat beban yang terlalu berat atau bertahun-tahun menggunakan kacamata minus.
Kalau belum terlalu berat, masih bisa diobati dengan dilaser, tapi kalau sudah terlalu berat, seperti yang saya alami, harus melalui operasi. Silahkan Bapak cek langsung ke RS Aini, dapat melalui web sitenya terlebih dahulu di http://www.rsmataaini.co.id, mudah-mudahan segera ditemukan jawabannya. Wass.